Senin, 13 April 2015

UJIAN NASIONAL BAHASA INGGRIS SMK !! KEEP SPIRIT YOWW !!

1. Pictures

  • Menentukan pernyataan lisan yang tepat tentang kegiatan yang sedang berlangsung di dalam ruangan (indoor) atau diluar ruangan (outdoor) sesuai dengan gambar
  • Menentukan pernyataan lisan yang tepat tentang lokasi suatu benda / posisi seseorang sesuai gambar
  • Menentukan pernyataan lisan yang tepat tentang penampilan (ciri-ciri fisik) seseorang / deskripsi benda sesuai dengan gambar
2. Question /Statments-Responses
  • Menentukan respons yang tepat terhadap pernyataan/pertanyaan lisan yang berisi pemberian saran / pendapat
  • Menentukan respon yang tepat terhadap pernyataan/pertanyaan lisan yang mengungkapkan sebuah udangan/penawaran
  • Menentukan respons yang tepat terhadap pernyataan/pertanyaan lisan yang berisi pemberian arah atau lokasi sebuah tempat/keberadaan seseorang / kondisi suatu benda/tempat
3. Short Conversation
  • Menentukan gambaran umum/informasi tertentu/informasi tersirat dari percakapan lisan singkat tentang kegiatan sehari-hari/kegiatan sedang berlangsung
  • Menentukan gambaran umum/informasi tertentu/informasi tersirat dari percakapan lisan singkat tentang pemesanan sesuatu/pemberitahuan tentang keadaan suatu barang
  • Menentukan gambaran umum/informasi tertentu/informasi tersirat dari percakapan lisan singkat tentang suatu perijinan atau perjanjian
  • Menentukan gambaran umum/informasi tersirat dari percakapan lisan singkat tentang kegiatan masa lampau/pendapat terhadap sesuatu hal (benda/tempat/masalah)
4. Short Talk
  • Menentukan gambaran umum/informasi tertentu/informasi rinci yang tepat dari monolog lisan singkat tentang proses pengerjaan atau pengoperasian dari alat/tips melakukan sesuatu
  • Menentukan gambaran umum/informasi tertentu.informasi rinci dengan tepat dari monolog lisan benbentuk pengumuman/iklan singkat/brosur suatu produk
5. Error Recognition
  • Menentukan kata frasa yang salah yang terdapat dalam kalimat yang menyatakan perbandingan benda/peraturan/atau penolakan
Untuk perbandingan biasa digunakan more untuk membandingan 2 benda . Contoh Dahlia is more beautiful than Cika. (kata kuncinya selalu ada than) atau dengan kata verb-er contoh : Yusri is smarter than Vido.
Sedangkan perbandingan the most digunakan untuk membandingan 1 hal dengan banyak hal.Contohnya Supri is the most handsome boy in his class. (kata kuncinya adalah harus selalu diawali kata the) atau dengan kata verb-est. Contohnya : Putra is the youngest boy in his class.

Tambahan catatan
kata perbandingan dapat menggunakan kata Prefer yang temannya adalah to
Contohnya : i prefer an orange to an apple.
kata Would rather selalu berpasangan dengan than
Contoh : i would rather this red dress than that one
sedangkan like berpasangan dengan kata better than
Contoh : i like coffe better than tea

  • Menentukan kata/frasa yang salah yang terdapat dalam kalimat yang menyatakan deskripsi benda / tempat wh-questions
Who dipakai untuk menyatakan seseorang sebagai subjek.Contohnya : Joane is the girl, who win the race. Ini merupakan kata gabung dari dua frasa yaitu Joane is the girl.Joane is win the race. Jadi who disini menyatakan Joane sebagai subjek (orang yang melakukan)
Which dipakai untuk menyatakan benda.Contohnya the pie which i eat was made by my mom.Ini merupakan kata gabung dari dua frasa yaitu I eat the Pie.The Pie was made by my mom.Jadi which disini menjelaskan pie sebagai bendanya.
Whose dipakai untuk menyatakan milik seseorang.Contohnya : Dian whose that car is my car. Ini merupakan kata gabung dari. That Car is Dian's. Dian is my friend. Whose disini menunjukan kepemilikan bendal (mobilnya si Dian)
When dipakai untuk menyatakan waktu. Contohnya : i will never forget when you leave me
Where menyatakan tempat. Contohnya : That house where i live is so comfortable.
Whom menyatakan seseorang tetapi sebagai objek. Contohnya : The Girl whom my mother gave the gawn is my sister.Merupakan kata gabung dari My mother gave the gawn.My mother gave to her. Artinya Gadis yang ibu saya berikan gaun adalah adik saya. Gadis disini menjadi objek yang diberikan gaun.

Nama lain whose dapat diganti dengan of which
when dapat diganti on which


where dapat diganti at which atau in which

  • Menentukan kata/frasa yang salah yang terdapat dalam kalimat yang menyatakan deskripsi fisik seseorang (physical appererance) benda atau profesi seseorang)
Biasanya kalau menyatakan tanggung jawab profesi menggunakan simple present tense.
Contohnya : my sister is a nurse. She helps doctor.
atau paralel present tense yang ditandai dengan kata and.Contohnya : my father is computer engineer.He maintains and repairs computer.

Jika menyatakan benda maka menggunakan urutan DOSASCOMP
Determiner - Opinion - Size - Age - Shape - Color - Origin - Material - Purpose
(Kata depan) - (Pendapat) - (ukuran) - (umum) - (bentuk) - (warna) - (asal) - (materi) - (tujuan)
Contohnya : I love my beautiful new red dress from my mom

  • Menentukan frasa yang salah dalam pengandaian / pilihan tindakan
Conditional type 1 (menyatakan pengandaian yang mungkin terjadi)
Patern : If Present Tense ( s1 + v1 + o) , Future Tense ( s + will + v1 + o)
Contoh : if i study hard, i will pass the exam
Conditional type 2 ( menyatakan pengandaian yang tak mungkin terjadi)
Patern : If past tense ( S + v2 + o) , S + Would + v1 + o
Contoh : if i were a bird , i would fly away
Conditional type 3 (menyatakan pengandaian yang sudah lalu)
patern : Past perfect tense (S+Had +V3 + o ) , S + would + have + v3
Contoh : if i had studied hard , i would have passed the exam. (In the fact : i didn't pass the exam)

  • Menentukan kata frasa yang salah yang menyatakan perasaan atau pendapat seseorang
Disebut materi Ajd - ing or ed
Contohnya Boring dan Bored

semua yang memiliki belakang -ing merupakan pendapat seseorang terhadap objek
Contohnya : The movie is boring (Filmnya ngebosenin)
sedangkan jika yang memiliki belakang -ed merupakan perasaan seseorang yang dia alami
Contohnya : i am bored now ( saya bosen sekarang)

Contoh lain adalah amazing or amazed
She is amazed with the view
The view is amazing

6. Reading Comprehension

  • Menentukan pikiran utama paragraf/gambaran umum atau informasi tertentu/informasi rinci/informasi tersirat atau makna kata/frasa dalam surat/memo/pesan/e-mail berbasis bisnis
  • Menentukan pikiran utama paragraf/gambaran umum atau informasi tertentu/informasi rinci dari deskripsi suatu perusahaan
  • Menentukan pikiran utama paragraf pada deskripsi pekerjaan seseorang diwaktu lampau / job description
  • Menentukan pikiran utama/gambaran umum atau informasi tertentu atau rinci dalam suatu procedure text /resep /petunjuk/iklan
7. Incomplete Dialog
  • Menentukan ungkapan untuk melengkapi dialog  yang berisi uraian tentang kemungkinan pemberian pendapat. Biasanya pake should
  • Menentukan ungkapan untuk melengkapi dialog yang berisi suatu perintah. Biasa pake must




Minggu, 12 April 2015

UJIAN NASIONAL MATEMATIKA SMK KELOMPOK TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN PERTANIAN !! YOSHAA

1. Menyelesaikan masalah dengan operasi bilangan real
    Biasanya dapat mempergunakan perbandingan senilai ataupun tidak senilai
    Contoh soal perbandingan senilai :
    Untuk menempuh perjalanan sejauh 135 km, sebuah mobil memerlukan bahan bakar 9 liter bensin.
    Jika perjalanannya dilanjutkan sejauh 37,5 km lagi, maka mobil tersebut akan menghabiskan bahan
    bakar bensin sebanyak.. (UN 2014)
    Penyelesaian :
    135 = 9
    135 + 37,5 (172,5) = x
    cara penyelesaiannya adalah dikalikan silang, maka 135x = 172,5 x 9
    135x = 1.552,5
     x = 1.552,5 / 135
     x = 11,5 litter

    Contoh soal perbandingan tak senilai :
    Emi melakukan perjalanan Jakarta- Bogor mengendarai sepeda motor dengan kecepatan rata"
    80 km/jam dalam waktu 2 jam.Jika kecepatan menjadi 60km/jam,berapakah waktu yang
    diperlukan untuk sampai di Bogor ?
    Penyelesaian :
    80 km = 120 menit
    60 km = x
    cara penyelesaiannya adalah dikalikan searah, maka 60x = 120x80
    60x = 9600
    x = 9600/80
    x = 160 menit

2. Menentukan hasil operasi bilangan berpangkat dan bentuk akar dan logaritma
    Contoh soal logaritma UN 2014
    Jika diketahui log 2 = p dan log 3 = q, maka nilai dari log 36 adalah
    Penyelesaian :
    log 2.2.3.3 (dalam logaritma kali sama dengan penjumlahan) maka 2p + 2q
 

UJIAN NASIONAL TEKNIK JARINGAN AKSES !! SEMANGAT

1.   Menanganin pengiriman bit - bit data melalui saluran komunikasi dan memastikan jika entity satu       mengirimkan bit 1 maka entity yang lain juga harus menerima bit 1. Ketentuan ini tepat untuk
      physical layer.
2.   TCP/IP mengimplementasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empas lapis yaitu

  • Protokol lapisan aplikasi
  • Protokol lapisan antar host
  • Protokol lapisan antar muka jaringan
  • Protokol lapisan internetwork
3.   Urutan warna pasangan (pair) genap pada kabel udara untuk pair ke 37 untuk kabel 40" adalah 
      unit ke-4, warna pita putih, quad ke-4 warna putih coklat.
      Pair urutan ganjil memiliki pita berwarna kuning, sedangkan pair urutan genap berwarna putih.
      Urutan warna pair ganjil berturut-turut adalah : putih biru , putih oranye , putih hijau , putih 
      coklat , putih abu-abu.
      Urutan warna pair genap adalah merah hitam.
4.   Keterangan yang tepat untuk sirkit bicara telepon adalah
  • Sirkit dari sentral ke pelanggan menggunakan kabel
  • Pembicara dapat mendengar suaranya sendiri
  • Kebutuhan daya dicatu -48 volt
  • Arus DC tidak dapat melalui coupler
5.   Kode pengenal kabel IKR R-VV 1x2x0,6 artinya IKR penghantar tembaga berdiameter 0,6           mm berisolasi dan berselubung PVC kapasitas 1 pasang.
6.   Kedalaman galian alur kabel tembaga yang akan dilewati kabel primer tanam langsung ditentukan
      80 cm atau sesuai perda setempat.
      Untuk kabel sekunder sedalam 60 cm
7.   Proses rodding duct mengggunakan nilon dan stick
8.   Untuk rute bercabang sebaiknya menggunakan manhole bentuk T
      Untuk rute lurus menggunakan manhole bentuk persegi
      Untuk rute belok menggunakan manhole bentuk L
9.   Komponen SSK (Sarana Sambung Kabel) jenis mekanis
  • Cover
  • Grounding Bar
  • Grounding Band
  • Clamping Band
10. MDF (Main Distribution Frame) adalah terminasi awal Kabel Primer dan terminasi akhir                   Kabel Sekunder
11. Rumak Kabel (RK) adalah terminasi awal Kabel Sekunder dan terminasi akhir Kabel Primer
12. Distribution Point (DP) adalah terminasi awal saluran penanggal dan terminasi akhir kabel 
      sekunder
13. Pemasangan kutub tanah pada pentanahan pelanggan harus terpasang pada peralatan
  • Dropwire
  • Terminal blok
  • Kabel rumah
  • Kawat Tembaga
14. Pada penyambungan kabel tembaga multipair, kabel kategori 1 dengan kapasitas 10-120 pair,
      untuk kabel 60 pair mempunyai 1 inti
      Untuk kabel 80 pair mempunyai 2 inti
      Untuk kabel 100 pair mempunyai 3 inti
      Untuk kabel 120 pair mempunyai 4 inti
15. Pada instalasi speedy, perangkat untuk memisahkan data dan voice adalah splitter
16. Untuk setting modem ADSL/Speedy, ketik URL 192.168.1.1
      Untuk setting modem ADSL/Speedy primary DNS dengan 202.134.1.10
      Untuk setting modem ADSL/Speedy secondary DNS dengan 202.134.0.155
17. Jenis perangkat aktif yang merupakan sub system dari Optical Access Network yang berdasarkan
      kepada teknologi PON, berfungsi sebagai antarmuka sentral dengan jaringan yang dihubungkan
      ke satu atau lebih jaringan distribusi optik (ODN).Definisi ini adalah untuk OLT.
18. Perangkat yang biasa dipasang disisi sentral antara lain
  • perangkat OLT,CT,SDH,Mux,Channel Bank
  • FDF termasuk Splitter Frame ( bila PS diletakan disisi sentral)
  • DDF
  • Perangkat T- Aurora
19. Perangkat Outdoor Fiber Optik yang dilaksanakan diluar ruangan yang termasuk lokasi
      pemasangan Below the Ground (dipasang dimanhole/handhole) adalah clousure.
20. Peralatan yang digunakan untuk mengupas pelindung serat optik (cladding) adalah fiber stipper.
21. Peralatan yang digunakan untuk mengupas kulit PE kabel FO adalah lupsheat cutter
22. Urutan pekerjaan penyambungan FO dengan fushion splicer
  1. Setup the fiber onto V-groove
  2. Core matching Adjustment
  3. First heating
  4. Fusion splicing
  5. Reinforcement
23. Perangkat didalam ruangan dengan lokasi pemasangan on the ground(dipasang diatas lantai)
  • OLT
  • CT
  • FDF
  • ONU RACK
24. Kemampuan OTDR
  • Mengukur jarak
  • Mengukur besar loss rata-rata (db/km)
  • Mengetahui jenis sambungan
  • Mengetahui lokasi titik penyambungan dan berapa besar lossnya
25. Pengukuran dengan Optical Power Meter
  • Rugi-rugi patchcord
  • Pengukuran link
  • Pengukuran return loss
  • Optical link budget
26. SDH telah menjadi protokol transmisi yang utama dikebanyakan jaringan telepon umum.
      Hal itu telah dikembangkan untuk mengikuti arus 1.544 mbps agar supaya tercipta SDH yang
      lebih besar yang dikenal dengan Synchronous Transport Modules (STM)
27. Walaupun optik fiber secara prinsip telah menjadi medium pilihan untuk transmisi long-haul
      maupun dari sudut pandang kapasitasnya, radio gelombang mikro SDH masih dibutuhkan oleh
      banyak perencana jaringan.Alasan pokoknya adalah berkaitan dengan masalah ekonomi,
      kecepatan penyebaran dan keamanannya.
28. Didalam rekomendasi ITU-T G707, Synchronous Digital Hierarchy (SDH) merupakan suatu
      teknologi yang mempunyai struktur transport secara hierarki dan didesain untuk mengangkat
      informasi (payload) yang disesuaikan dengan tepat dalam sebuah jaringan transmisi.Transmisi
      sinkron digital merupakan proses multiplex sinyal tributari secara multiplexing sinkron yang
      rekontruksi sinyalnya melalui elemen jaringan SDH yaitu Terminal Multiplexer, Add/Drop
      Multiplexer (ADM) , Digital Cross-Connect (DXC) dan akhirnya ditransmisikan melalui
      jaringan optik.
29. Format penomoran IMEI (International Mobile Equipment Identity) TAC ( Type Approval
      Code), FAC (Final Assemble by Code), SNR (Serial Number) , SP (Spare Part)
      Format penomoran IMSI (Internasional Mobile Subscriber Identity) adalah MCC (kode negara),
      MNC (Kode operator) , MSIN (Nomor MS)
30. BTS (Base Transceiver Station) berhubung langsung dengan MS (Mobile Station) melalui
      Um Interface
      BTS berhubungan dengan BSC menggunakan A-bis Interface
      BSC berhubungan dengan MSC menggunakan A interface
31. Komponen VSAT yang menerima sinyal informasi dari satelite adalah LNB (Low Noise Block)
32. Sebuah alat VSAT disebut Return Channel Satelite Terminal yang menyambungkan dari unit luar
      dengan IFL kabel adalah modem
33. Perangkat yang digunakan oleh pelanggan untuk melakukan pembicaraan dan terdiri dari
      Mobile Equipment(ME) atau handset dan SIM Card adalah mobile station
34. Keterangan yang sesuai untuk telepon PSTN adalah

  • Arus dari sentral dicatu dari tegangan -48 volt disentral
  • Perubahan arus akan dilakukan dispeaker
  • arus DC dihadang oleh kopling transformer
  • Tahanan listrik pada saluran bicara dilihat dari sisi sentral adalah 600 ohm
35. Untuk melakukan pembicaraan sebuah MS (Mobile Statuin) harus dilengkapi ME(Mobile
      Equipment) atau handset dan SIM Card
36. Saluran radio dari studio sampai kependengar dirumah merupakan komunikasi simplex
37. Pada perangkat telepon fix yang berfungsi sebagai pengubah sinyal suara menjadi sinyal elektrik
      adalah microphone
38. Proses menumpangkan sinyal informasi ke sinyal carrier (pembawa) pada sisi kirim untuk
      dikirimkan ketempat yang dituju adalah modulasi
39. Bilangan biner 10110 jika dikonversikan ke bilangan asli adalah 22
40. Dalam penggunaan alat sambung didalam manhole tidak dianjurkan untuk menggunakan sarana
      sambung kabel kedap air
41. Pada layer OSI, lapis 3 adalah network layer
42. Pada pemasangan tiang telepon, kedalaman galian tiang 6 meter adalah 120 cm
43. Tanda kabel indoor R-VV 1x2x0,6.Ari dari V yang kedua adalah lasi penghantar tembaga               adalah PVC
44. Untuk melindungi kabel dari gangguan penggalian oleh pihak lain digunakan deksteen
45. Untuk menyambungkan urat kabel dalam penyambungan kabel adalah B-wire conector
46. Peralatan yang digunakan untuk mengencangkan sabuk pada penyambungan kabel tembaga
      dengan sarana sambung mekanik adalah tensioning tool
47. Kabel jumper yang ada didalam RK (Rumah Kabel) berfungsi untuk menghubungkan terminal
      primer dan terminal sekunder
48. Pada terminal DP(Distribution Putih) kapasitasi 10 pair. Pair ke8 berwarna merah - hitam
49. Pada proses penarikan kabel duct, alat yang digunakan agar kabel tidak melintir karena
      pengaruh kawat slink adalah winch machine
50. Pada pemasangan sistem pentanahan di rumah kabel(RK) menggunakan kutub tanah batang
      sebanyak 3 kutub.

Sabtu, 11 April 2015

UJIAN NASIONAL BAHASA INDONESIA SMK !! AMIN

1. Gagasan Pokok : Penalaran yang diambil secara deduktif (umum-khusus) atau induktif (khusus-                                     umum)
2. Simpulan          : Penalaran yang diambil dari seluruh isi wacana berdasarkan deduktif dan induktif
3. Makna Kata
4. Kalimat Penjelas Sumbang
5. Pernyataan yang tepat
6. Jenis Laporan   :

  • Kunjungan : Laporan yang menunjukan hasil kunjungan dari suatu tempat
  • Peristiwa    : Laporan dari suatu peristiwa yang terjadi
  • Pengamatan : Laporan hasil mengamati sesuatu
  • Perjalanan  : Laporan dari suatu perjalanan termasuk jam serta tempat istirahat dan tujuan
  • Kegiatan     : Hasil laporan dari kegiatan yang telah dilakukan seperti proposal
  • Penelitian   : Hasil penelitian yang dilaporkan
7. Pernyataan Petunjuk Kerja
8. Pernyataan Biografi (kisah diri seseorang yang ditulis oleh orang lain) , sedangkan autobiografi           adalah kisah seseorang yang ditulis oleh dirinya sendiri.
9. Pernyataan Grafik
10. Pernyataan Matriks (Tabel)
11. Tanggapan Logis
12. Tanggapan yang sesuai isi paragraf
13. Kata tidak baku : kata yang tidak terdapat dalam KBBI
14. Kata sinonim : persamaan kata , sedangkan kata antonim : lawan kata
15. Konotasi Positif (ameliorasi) , sedangkan konotasi negatif (peyorasi)
16. Kata bermakna proses memiliki imbuhan pe-an , sedangkan kata hasil memiliki akhiran -an
17. Kalimat tanya sesuai paragraf
18. Opini : sesuatu yang diungkapkan oleh seseorang yang belum tentu orang lain memaknainya 
                  sama, dapat berbentuk saran atau pendapat, sedangkan Fakta : sesuatu yang telah terjadi,
                  sah , tidak dapat diganggu gugat, berupa tanggal atau data.
19. Makna ungkapan
20. Tema puisi : beberapa kata yang dapat menyimpulkan satu puisi
21. Majas
  • Ironi : majas sindiran yang bertentangan dengan yang dimaksud.Contoh : Santun sekali ucapanmu, apa tidak ada yang lebih kasar?
  • Sinisme : lebih kasar daripada ironi. Contoh : Kamu itu memang perut karet,makanan apapun ludes !
  • Sarkasme : majas sindiran yang sangat kasar, tak layak diucapkan,menyakitkan telingan dan tidak sopan.Contoh : Pergi kamu, Bangsat!
  • Pleonasme : majas yang menambahkan keterangan atau kata yang sudah jelas sehingga berlebihan.Contoh : Mereka naik keatas bukit sambil bernyanyi riang,
  • Repetisi : mengulang kata dalam satu kalimat untuk menegaskan maksud, Contoh : Sekali merdeka, tetap merdeka!
  • Pararelisme : majas yang menggunakan kata secara berulang.Dibagi menjadi dua yaitu anapora yaitu berulang dikata depan dan epifora yaitu berulang dikata belakang.
  • Tautologi : majas yang berulang namun berbentuk sinonim.Contohnya : mereka riang gembira mendengar hasil ujiannya sangat bagus.
  • Klimaks : majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut turut makin lama makin naik.Contoh : jangankan seribu,duaribu,tigaribu juga kubeli.
  • Antiklimaks : majas yang menyatakan sesuatu berturut turut makin lama makin turun.Contoh : mulai dari pengendara mobil,motor,sepeda semua harus mematuhi aturan lalu lintas.
  • Koreksio : majas yang digunakan untuk menarik perhatian dengan cara meralat kesalahan.Contoh : dia itu pamanku, oh bukan dia itu bapakku
  • Preterito : majas yang digunakan untuk menarik perhatian dengan menyembunyikan sesuatu yang seolah-olah dirahasiakan.Contoh : Saya tidak akan membuka rahasia,kalau sebenarnya dia itu ketua gengmotor.
  • Enumerasio : majas dimana setiap keadaan atau suasana dilukiskan secara terpisah agar keadaan kebih terang,bergerak dan hidup.
  • Ekslamasio : majas yang menggunakan tanda seru sebagai penegas
  • Asindenton : majas yang menyebutkan beberapa hal secara berturut turut tanpa tanda sambung
  • Polisindenton : majas yang menggunakan banyak kata penghubung dalam suatu kalimat
  • Alusio : majas yang menggunakan kata berkaitan dengan peristiwa umum yang terjadi atau menggunakan peribahasa yang telah umum dan diperkirakan orang lain mengerti.Contoh : Jangan tiru perilaku malin kundang
  • Metonomia : majas menggunakan merk benda.Contoh : ia kesekolah naik kijang.
  • Pars pro toto :  majas menyebutkan suatu maksud dengan menyebut sebagaian untuk keseluruhan.Contoh : Ia tidak tampak batang hidungnya
  • Totem pro parte : majas yang menyebutkan sesuatu dengan maksud menyebut sebagian
  • Eufemisme : majas yang menyebut kata dengan lebih sopan.Contoh : Putra bapak ketinggalan dalam bidang akademik (bodoh)
  • Antonomasia  : majas yang menyatakan suatu hal dengan julukan.Contoh : nah itu dia si cebol datang
  • Hiperbola : majas yang menyatakan sesuatu secara berlebihan.Contoh : suaranya gelegar membahana membelah angkasa
  • Litotes : majas yang menyatakan sesuatu secara pertentangan dengan maksud merendah.Contoh : silahkan mampir ke gubuk kecil kami
  • Oksimoron :  majas yang mengungkapkan 2 hal berbeda dalam satu kalimat.Contoh : setelah menikah mereka berbahagia,tetapi juga menderita.
  • Kontradiksi intermesis : majas yang menunjukan adanya pertentangan dengan apa yang telah disebutkan sebelumnya.Contoh : semua warga telah datang kecuali bapak Mul.
  • Antitesis : majas yang menggunakan kata bertentangan.Contoh : hidup dan mati adalah urusan Tuhan
  • Paradoks : majas yang menggunakan kata bertentangan tapi yang dipertentangkan itu berbeda.Contoh : walaupun tinggal dikota besar yang ramai, aku merasa kesepian.
  • Anakronisme : majas yang menyatakan hal yang tak mungkin terjadi.Contoh : begitu lahir, ia memanggil nama orangtuanya.
  • Asosiasi : majas yang menggunakan kata pembanding seperti , bagaikan, laksana, baik.Contoh : mukabta pucat bagikan bulan kesiangan
  • Simile : membandikan hal yang berbeda tetapi dianggap sama.Contoh : ditengah sunyi menderu rinduku
  • Metafora : membandingkan hal yang sama.Contoh : padi itu menguning keemasan
  • Alegori : majas yang memakai perbandingan langsung dan utuh.
  • Personifikasi : majas yang memberikan perbandingan benda mati seolah olah seperti mahkluk hidup
22. Amanat : nilai yang terkandung dalam suatu cerita
23. Latar : waktu, tempat,suasana
24. Tahapan alur : pengenalan situasi cerita , pengungkapan peristiwa, menuju pada konflik , konflik (klimaks) , menuju selesai (antiklimaks) , penyelesaian (ending)
25. Unsur ekstrinsik cerita pada umumnya terdiri dari Budaya , Sosial , Agama , Pendidikan , Moral
26. Inti penggalan naskah
27 Watak : karakteristik yang dimiliki suatu tokoh
28 Kata sesuai EYD
29. Kata rumpang
30. Pikiran penjelas sesuai tema
31. Kalimat tidak efektif
32. Kalimat yang menyatakan perbandingan, biasa menggunakan kata daripada, sedangkan, seperti,bagaikan,laksana , baik
33. Paragraf deduktif (umum-khusus)
34. Tujuan Proposal
35. Jenis kegiatan sesuai judul proposal
36. Sistematika Proposal : Judul , Latar belakang , Tujuan , Landasan
37. Penulisan alamat yang benar :
      Contoh 
      Yth, Bapak Gunawan
      Jalan Krosen Nomor 36
      Bandung 17821
38. Kalimat pembuka surat lamaran
      Berdasarkan pengumuman atau Setelah membaca iklan
39. Perbaikan surat balasan lamaran : harus memakai kata belum
40. Kalimat memo : harus singkat , jelas , dan tegas. Contoh kata : wakili atau segera
41. Isi penggalan surat keluarga
42. Kalimat penjelas rumpang
43. Kalimat pelengkap surat kuasa : biasa yang ada tanggalnya atau jika melewati batas waktu tersebut
44. Pernyataan sesuai surat perjanjian
45. Kalimat pengumuman : biasa diwakili dengan kata awal diumumkan atau diberitahukan
46. Catatan Kaki : Nama Penulis , Judul (Kota : Penerbit , Tahun), halaman
47. Catatan hasil rapat berupa saran : diwakili dengan kata seyogyanya , sebaiknya
48. Inti penggalan prakata : latar belakang , manfaat , tujuan , ungkapan syukur atau ucapan terimakasih
49. simpulan
50. Kalimat poster : persuasif ( berupa ajakan)

  • Perubahan makna kata : Generalisasi (meluas) , Spesialisasi (menyempit) , Ameliorasi (makna positif) , Peyorasi (makna negatif) , Sinestesia (perubahan indra), asosiasi (perubahan makna persamaan sifat)
  • Peribahasa sesuai isi paragraf

Sabtu, 21 Maret 2015

Kualitas Produk


2.1. Kualitas
2.1.1. Pengertian Kualitas
            Kualitas merupakan keadaan produk yang berhubungan dengan barang maupun jasa berupa kinerja, keandalan, keistimewaan, keawetan, dan keindahan yang memenuhi bahkan melebihi harapan seseorang. Secara umum kualitas merupakan salah satu cara bagi perusahaan untuk menguasai pasar. Sedangkan bagi masyarakat kualitas adalah alat ukur sekaligus cara seseorang dalam mencapai kepuasan.
            Untuk lebih jelasnya, penulis ketengahkan beberapa pendapat para ahli mengenai kualitas. Philip Kotler diterjemahkan oleh Hendra Teguh & Rommy. A. Rusli (2002:49) “ Kualitas produk adalah keseluruhan ciri serta dari suatu produk atau pelayanan pada kemampuan untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan/ tersirat “.
            Lupiyoadi (2001:158) menyatakan bahwa “ Pelanggan akan merasa puas bila hasil evaluasi mereka menunjukkan bahwa produk yang mereka gunakan berkualitas “.
            Pada dasarnya tujuan dilaksanakannya proses produksi adalah untuk menghasilkan barang dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan konsumen baik dalam hal selera maupun kegunaannya. Salah satu aspek yang dapat mendukung tercapainya tujuan tersebut adalah dengan memperhatikan kualitas yang benar-benar sesuai dengan keinginan konsumen.
            Kata kualitas mengandung banyak sekali definisi makna, setiap orang berbeda-beda dalam mengartikannya. Akan tetapi dapatlah diambil kesimpulan bahwa ada beberapa contoh definisi yang kerap dijumpai mengenai kualitas :
  1. Kecocokkan dengan persyaratan atau ketentuan.
  2. Kecocokkan untuk pemakaian.
  3. Perbaikan atau penyempurnaan berkelanjutan.
  4. Bebas dari kerusakan atau cacat.
  5. Pemenuhan kebutuhan pelangggan sejak awal dan setiap saat.
  6. Melakukan segala sesuatu secara benar sejak awal.
  7. Sesuatu yang membahagiakan pelanggan.

2.2. Produk
2.2.1. Pengertian Produk
            Dalam pemasaran, definisi produk adalah segala sesuatu yang bisa ditawarkan ke pasar dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Kepuasan konsumen tidak hanya mengacu pada bentuk fisik produk, melainkan satu paket kepuasan yang didapat dari pembelian produk kepuasan tersebut merupakan akumulasi kepuasan fisik, psikis, simbolis, dan pelayanan yang diberikan oleh produsen.
Produk identik dengan barang. Dalam akutansi, barang adalah fisik yang tersedia dipasar. Sedangkan produk yang tidak berwujud disebut jasa. Dalam manajemen produk, identifikasi dari produk adalah barang dan jasa yang di tawarkan kepada konsumen. Kata produk digunakan untuk tujuan mempermudah pengujian pasar dan daya serap pasar, yang akan sangat berguna bagi tenaga pemasaran, manajer, dan bagian pengendalian kualitas.
Menurut Philip Kotler yang diterjemahkan oleh Juhardi (2000:84) memberikan definisi tentang produk sebagai berikut :
“produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kedalam pasar untuk diperhatikan, dimiliki, dipakai atau dikonsumsi sehingga dapat memuaskan keinginan/ kebutuhan.
Sedangkan menurut William. J Stanton dalam Buchari Alma (2004:139), memberikan definisi produk sebagai berikut :
“Produk adalah seperangkat atribut yang berwujud maupun tidak berwujud termasuk didalamnya warna, harga, nama baik produk, nama baik toko yang menjual (pengecer) dan pelayanan pabrik serta pelayanan pengecer yang diterima oleh pembeli guna memuaskan kebutuhan dan keinginan”.
Berdasarkan definisi diatas produk dapat dikatakan sebagai fokus inti dari semua bisnis. Produk adalah apa yang dilakukan perusahaan mulai dari mendesain, mengadakan sistem produksi dan operasi, menciptakan program pemasaran, sistem distribusi, iklan dan mengarahkan tenaga penjual untuk menjual. Sedangkan bagi konsumen, produk identik dengan perusahaan. Bagi pesaing, produk adalah sasaran yang harus dikerahkan.


2.2.2.  Tingkatan Produk
            Berdasarkan definisi diatas produk dapat dikatakan sebagai fokus inti dari semua bisnis. Produk adalah apa yang dilakukan perusahaan, mulai dari mendesain, mengadakan sistem produksi dan operasi, menciptakan program pemasaran, sistem distribusi, iklan dan mengarahkan tenaga penjual untuk menjual produk tersebut.
Menurut Kotler dan Armstrong (2004:279) dalam merencanakan penawaran suatu produk, pemasar harus memahami lima tingkat produk, yaitu :
  1. Produk Utama (Care Benefit), yaitu manfaat yang sebenarnya dibutuhkan dan akan dikonsumsi oleh pelanggan dari setiap produk.
  2. Produk Generik (Basic Produk), adalah produk dasar yang mampu memenuhi fungsi pokok produk yang paling dasar.
  3. Produk Harapan (Expected Product), adalah produk formal yang ditawarkan dengan berbagai atribut dan kondisi secara normal (layak) diharapkan dan disepakati untuk dibeli.
  4. Produk Pelengkap (Augment Product), adalah berbagai atribut produk yang dilengkapi atau ditambahkan dengan berbagai manfaat dan layanan, sehingga dapat memberikan tambahan kepuasan dan dapat dibedakan dengan produk pesaing.
  5. Produk Potensial (Potential Product), adalah segala macam tambahan dan perubahan yang mungkin dikembangkan untuk suatu produk dimasa mendatang.

2.2.3. Klasifikasi Produk
            Menurut Kotler dan Armstrong (2004:280) klasifikasi produk dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
  1. Barang Konsumen
Barang konsumen yaitu barang yang dikonsumsi untuk kepentingan konsumen akhir sendiri, bukan untuk tujuan bisnis. Umumnya barang konsumsi dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis, yaitu :
1)      Barang kebutuhan sehari-hari (Convience goods) adalah barang-barang yang biasanya sering dibeli konsumen (memiliki frekuensi pembelian tinggi), dibutuhkan dalam waktu segera, dan memerlukan waktu yang minim dalam pembandingan dan pembeliannya.
2)      Barang belanjaan (Shopping goods) adalah barang-barang yang karakteristiknya dibandingkan dengan berbagai alternatif yang tersedia oleh konsumen berdasarkan kesesuaian, kualitas, harga, dan daya dalam proses pemilihan dan pembeliannya.
3)      Barang khusus (Speciality goods) adalah barang-barang dengan karakteristik dan atau identifikasi yang unik, yang untuknya sekelompok pembeli yang cukup besar bersedia senantiasa melakukan usaha khusus untuk pembeliannya.
4)      Barang yang tidak dicari (Unsought goods) adalah barang-barang yang tidak diketahui konsumen atau walau sudah diketahui namun secara umum konsumen belum terpikir untuk membelinya.
  1. Barang Industri
Barang industri adalah barang-barang yang dikonsumsi oleh industriawan (konsumen antara atau konsumen bisnis) untuk keperluan selain konsumsi langsung, yaitu : untuk diubah, diproduksi menjadi barang lain kemudian dijual kembali oleh produsen, untuk dijual kembali oleh pedagang tanpa dilakukan transformasi fisik (proses produksi).

2.2.4. Aspek Produk
            Ada tiga aspek produk :
  1. Bertujuan pada manfaat
1)      Manfaat penggunaan
2)      Manfaat psikologis
3)      Manfaat dalam mengatasi masalah
  1. Visualisasi produk
1)      Atribut dan keistimewaan produk
2)      Kualitas produk
3)      Corak produk
4)      Kemasan dan label produk
5)      Merk
  1. Menambah nilai produk
1)      Garansi
2)      Kemudahan instalasi
3)      Pengiriman
4)      Ketersediaan di pasar
5)      Layanan purna jual
(sumber : Frans, 2006. Produk.Jurnal Kopi Susu.Co)

2.2.5. Diferensiasi Produk
            Dalam pemasaran diferensiasi produk adalah kegiatan memodifikasi produk agar menjadi lebih menarik. Diferensiasi ini memerlukan penelitian pasar yang cukup serius karena agar bisa benar-benar berbeda, diperlukan pengetahuan tentang produk pesaing. Diferensiasi produk ini biasanya hanya mengubah sedikit karakter produk, meskipun itu diperbolehkan.
            Tujuan dari strategi diferensiasi adalah mengembangkan positioning yang tepat sesuai keinginan konsumen potensial yang ingin dituju. Jika pasar melihat perbedaan produk anda dibanding produk pesaing, anda akan lebih mudah mengembangkan marketing mix untuk produk tersebut. Diferensiasi produk yang berhasil adalah diferensiasi yang mampu mengalihkan basis persaingan ke faktor lain, seperti karakteristik produk, strategi distribusi atau variabel-variabel promotif lainnya. Kelemahan dari diferensiasi adalah perlunya biaya produksi tambahan dan iklan besar-besaran.
(sumber : : Frans, 2006. Produk.Jurnal Kopi Susu.Co)

2.2.6. Bauran Produk
            Produk sebagai salah satu variabel bauran pemasaran memiliki bauran produk tersendiri. Menurut Kotler dan Armstrong (2004:290) bauran produk terdiri dari :
a)      Jenis produk
b)      Mutu/ kualitas
c)      Rancangan
d)     Ciri-ciri
e)      Nama merk
f)       Kemasan
g)      Ukuran
h)      Pelayanan
Salah satu bauran produk adalah kualitas. Untuk menciptakan produk yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan, maka perusahaan harus memproduksi produk yang berkualitas dan bermanfaat secara optimal.

2.2.7. Siklus Hidup Produk
            Produk tidak bertahan selamanya. Teknologi selalu meningkat dan gaya serta pendapat selalu berubah, sehingga produk memiliki jangka waktu.
1)      Pengenalan
Produk itu pada awalnya mungkin berjalan lambat, bergantung pada harga dan permintaan dan mungkin memerlukan investasi cukup besar untuk melancarkannya.
2)      Pertumbuhan
Pengetahuan pasar dan pembelian meningkat, keuntungan bertambah dan rencana jangka panjang dibuat untuk produk itu.

3)      Kematangan
Pertumbuhan penjualan menjadi lamban, tetapi inilah mungkin waktu yang paling menguntungkan bagi produk itu. Kerja akan dibutuhkan untuk menjaga produk pada tahap ini dan selalu ada ancaman penurunan dimasa mendatang.
4)      Penurunan
Ini tidak dapat dihindari. Legislasi dapat membunuhnya, seperti yang terjadi dengan produk sepatu asbes. Walaupun dengan sebagian besar barang terjadi penurunan pendapatan, kurva itu menjadi tidak dalam dan semua biaya tertentu biaya tertentu terbayar, profit yang baik dapat diperpanjang.
5)      Penarikan
Produk itu mati atau diubah menjadi sesuatu yang lain. Biaya untuk melanjutkannya akan lebih banyak dari pada profitnya.

2.3. Kualitas Produk
2.3.1. Pengertian Kualitas Produk
            Menurut Philip Kotler dan Gery Armstrong yang diterjemahkan oleh T.Hermaya (2003:243) menyatakan bahwa :
“Kualitas produk adalah salah satu faktor yang paling diandalkan oleh seorang pemasar dalam memasarkan suatu produk”.
            Sedangkan menurut Gasper Z yang dikutip dari buku Jurnal mutu Proyek Pembangunan Gedung (2004:4) kualitas mempunyai definisi yang berbeda dan bervariasi dari yang konvensional sampai yang lebih strategis. Definisi konvensional dari kualitas biasanya menggambarkan karakteristik langsung dari produk seperti performansi (Performance), keandalan (Realibility), mudah didalam penggunaan (Easy of use) dan estetika (Easthetic).
            Maka dari uraian diatas tersebut dapat disimpulkan bahwa kualitas produk adalah suatu kondisi dinamis yang saling berhubungan meskipun dapat memiliki definisi yang berbeda tetapi produk pada intinya memiliki suatu spesifikasi terhadap suatu barang dan/ atau jasa yang dapat menimbulkan kepuasan yang memenuhi atau melebihi harapan bagi konsumen yang menggunakannya.

2.3.2. Dimensi Kualitas Produk
            Dimensi kualitas produk menurut Fandy Tjiptono (2002:25) mengenukakan, bahwa kualitas produk memiliki beberapa dimensi antara lain :
1.      Kinerja (Performance) merupakan karakteristik operasi dan produk inti (core   product) yang dibeli.
2.      Ciri-ciri atau keistimewaan tambahan (Features) yaitu karakteristik sekunder atau pelengkap.
3.      Kesesuaian dengan spesifikasi (Conformance to Spesification) yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar yang telah ditetapkan sebelumnya.
4.      Keandalan (Realibility) yaitu kemungkinan kecil akan mengalami kerusakan atau gagal pakai.
5.      Daya tahan (Durability) berkaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat terus digunakan. Dimensi ini mencakup umur teknis maupun umur ekonomis.
6.      Estetika (Easthetica) yaitu daya tarik produk terhadap panca indera.
7.      Kualitas yang dipersepsikan (Perceived Quality) merupakan persepsi konsumen terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk. Biasanya karena kurangnya pengetahuan pembeli akan atribut atau ciri-ciri produk yang akan dibeli, maka pembeli mempersepsikan kualitasnya dari aspek harga, nama merek, iklan, reputasi perusahaan, maupun negara pembuatnya.
8.      Dimensi kemudahan perbaikan (Serviceability) meliputi kecepatan, kemudahan, penanganan keluhan yang memuaskan. Pelayanan yang diberikan tidak terbatas hanya sebelum penjualan, tetapi juga selama proses penjualan hingga purna jual yang mencakup pelayanan reparasi dan ketersediaan komponen yang dibutuhkan.

Jadi kesimpulan dari kualitas produk adalah totalitas dari karakteristik produk yang meliputi kinerja produk, fungsi produk, keandalan produk, dan sebagainya untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen yang diharapkan.


2.1.            Kualitas Produk
2.1.1.      Pengertian Kualitas Produk
Menurut Kotler Yang diterjemah oleh Hendra Teguh dan Ronny A. Rusly ( 2002:67) bahwa ” Kualitas produk adalah keseluruhan ciri serta sifat dari suatu produk yang berpengaruh pada kemampuan untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau tersirat”.
Menurut Goetdch dan Davis (2002:4) bahwa ” kualitas produk adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan barang, jasa, manusia, produk, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan”.
Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa
  1. Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah.
  2. Kualitas mencakup produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan.
  3. Kualitas meliputi usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan.
Menurut A. V. Feignbaum (2000:12) bahwa: ” Kualitas produk adalah keseluruhan gabungan karakteristik barang dan jasa dari pemasaran, rekayasa, pembuatan dan pemeliharaan yang memuat produk dan jasa yang digunakan memenuhi harapan pelanggan”.
Berdasarkan definisi kualitas diatas, dapat disimpulkan bahwa kualitas didasarkan pada pengalaman aktual pelanggan terhadap barang atau jasa, diukur berdasarkan persyaratan pelanggan, artinya bahwa dinyatakan atau tidak dinyatakan, disadari atau hanya dirasakan, secara teknis atau bersifat subjektif, dapat mewakili sasaran yang bergerak dalam pasar yang penuh persaingan.
David Garvin yang dikutip oleh Fandy Tjiptono dan Gregorius Chandra (2005:130) ada 8 dimensi  produk yang dapat digunakan untuk menganalisis karakteristik kualitas barang sebagai berikut:
  1. Kinerja ( Performance)
Berkaitan dengan aspek fungsional dari produk inti yang di beli, misalnya kejernihan air, kesehatan yang diperoleh dari air dan sebagainya. Merupakan karakteristik utama yang dipertimbangkan pelanggan ketika ingin membeli suatu barang.
  1. Keistimewaan ( Features)
Yaitu aspek kedua dari performasi yang menambah fungsi dasar berkaitan dengan pilihan-pilihan dan pengembangannya.
  1. Keandalan (Reability)
Berkaitan dengan probabilitas atau kemungkinan suatu barang melaksanakan fungsinya secara berhasil dalam periode waktu tertentu . Dengan demikian keandalan merupakan karakteristik yang merefleksikan kemungkinan atau probabilitas tingkat keberhasilan dalam penggunaan barang.
  1. Konformasi( Conformance)
Berkaitan dengan tingkat kesesuaian terhadap spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan keinginan pelanggan. Konformasi merefleksikan derajat dimana karakteristik desain produk dan karakteristik operasi memenuhi standar yang telah ditetapkan.
  1. Daya Tahan ( Durability)
Yaitu ukuran masa pakai suatu barang. Karakteristik ini berkaitan dengan daya tahan barang itu yang berkaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat terus digunakan.
  1. Kemampuan Pelayanan (Serviceability)
Yaitu karakteristik yang berkaitan dengan kecepatan, keramahan, kesopanan, kompetensi, kenyamanan dan kemudahan didapat.
  1. Estetika ( Aesthetic)
Merupakan karakteristik yang bersifat subyektif sehingga berkaitan dengan pertimbangan pribadi dan refleksi preferensi individual. Dengan demikian, estetika dari suatu produk lebih banyak berkaitan dengan perasaan pribadi dan mencakup karakteristik tertentu seperti : model/ desain yang artistik, jenis.
  1. Kualitas yang dirasakan (Perceived quality)
Yaitu citra dan reputasi produk serta tanggung jawab perusahaan terhadapnya. Biasanya karena kurangnya pengetahuan pembeli akan fitur produk yang akan dibeli, maka pembeli mempersepsikan kualitasnya dari aspek harga, nama merk, iklan, reputasi perusahaan, maupun negara pembuatnya.

2.1.2.      Pendekatan Kualitas Produk atau Perseptif Kualitas
Setelah diketahui dimensi kualitas produk, harus diketahui bagaimana persektif kualitas yaitu pendekatan yang digunakan untuk mewujudkan kualitas suatu produk. Garvin (1988) yang diterjemahkan oleh Fandi Djiptono dan Gregorius Candra (2005:113), mengidentifikasikan adanya lima alternatif  perspektif kualitas, dimana kelima macam perspektif inilah yang bisa menjelaskan mengapa kualitas diinterpretasikan secara berbeda oleh masing-masing individu dalam konteks yang berlainan.


  1. Transcendental Approch
Berdasarkan definisi kualitas diatas dapat disimpulkan bahwa kualitas didasarkan pada pengalaman aktual pelanggan terhadap barang atau jasa, diukur berdasarkan persyaratan pelanggan, artinya bahwa dinyatakan, disadari atau hanya dirasakan, secara teknis atau bersifat subjektif, dapat mewakili sasaran yang bergerak dalam pasar yang penuh persaingan.
  1. Product-Based Approach
Pendekatan ini menganggap kualitas sebagai karakteristik atau atribut yang dapat dikuantifikasikan dan dapat diukur. Perbedaan dalam kualitas produk mencerminkan perbedaan dalam jumlah unsur atau atribut yang dimiliki produk, karena pandangan sangat obyektif, maka tidak dapat dijelaskan perbedaan dalam serta, kebutuhan dan preferensi individu.
  1. User-Based Approach
Pendekatan ini didasarkan pada orang yang menggunakannya dan produk yang paling memuaskan preferensi seseorang misalnya ( perceiped quality) merupakan produk yang berkualitas paling tinggi. Perseptif yang subyektif ini juga menyatakan bahwa konsumen yang berbeda memiliki kebutuhan dan keinginan yang berbeda pula. Dengan demikian, kualitas produk bagi seseorang adalah sama dengan kepuasan maksimum yang dirasakan.
  1. Manufacturing- Based Approach
Perspektif ini bersifat supply- based dan terutama memperhatikan praktek-praktek perekayasaan dan pemanukfakturan, serta mendefinisikan kualitas produk sama dengan persyaratannya ( conformance to requirements). Dalam sektor jasa, dapat dikatakan bahwa kualitas bersifat operation-defend. Pendekatan ini berfokus pada penyesuaian spesifikasi yang dikembangkan secara internal, seringkali didorong oleh tujuan peningkatan produktivitas dan pendekatan biaya. Jadi yang menentukan kualitas produk adalah standar-standar yang ditetapkan perusahaan, bukan konsumen yang menggunakannya.
  1. Value- Based Approach
Pendekatan ini memandang kualitas produk dari segi nilai dan harga. Dengan mempertimbangkan trade-off antara produk dan harga, kualitas didefinisikan sebagai ”Affordable Exelence”. Kualitas produk dalam perspektif ini bersifat relatif sehingga produk yang memiliki kualitas paling tinggi belum tentu produk yang paling bernilai. Akan tetapi, yang berani adalah produk atau jasa yang paling tepat dibeli (best buy).

2.2.            Keputusan Pembelian

2.2.1.      Pengertian Keputusan Pembelian

Perilaku pembelian konsumen sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologis. Sebagian besar faktor itu tak terkendalikan oleh pemasar, namun pemasar harus dapat memperhitungkannya dan harus mengetahui dampak-dampak yang terjadi pada seorang pembeli. Pemasar harus mengembangkan suatu pengertian tentang baimana konsumen dalam kenyataannya membuat keputusan mereka pada saat membeli sesuatu .
Keputusan pembelian menurut: Kotler yang diterjemahkan oleh Hendra Teguh dan Ronny A. Rusly (2002 : 204) ” Keputusan pembelian adalah serangkaian proses yang dilalui konsumen dalam memutuskan tindakan pembelian”.
            Menurut Mowen yang dikutip oleh Sutisna (2003: 11) Mengatakan bahwa tingkat keterlibatan konsumen dalam suatu pembelian dipengaruhi oleh kepentingan personal yang ditimbulkan dari stimulus.
            Menurut Assael yang dikutip oleh Sutisna (2003 : 12) Mengidentifikasikan kapan konsumen mempunyai keterlibatan tinggi terhadap suatu produk, adalah sebagai berikut:
  1. Apakah produk tersebut penting bagi konsumen, dalam hal ini apakah produk itu menjadi citra diri bagi konsumen.
  2. Apakah produk itu secara terus menerus menarik bagi konsumen.
  3. Apakah produk membawa atau menimbulkan resiko, produk-produk yang mempunyai resiko tinggi baik resiko keuangan atau resiko sosial.
  4. Apakah produk memiliki daya tarik.
  5. Apakah produk-produk tersebut dapat didefinisikan pada norma-norma kelompok.

2.2.2.      Model Konsumen Dalam Mengambil Keputusan Pembelian
Berdasarkan perspektif psikologi, terdapat dua model kepuasan pembelian, yaitu model kognitif dan afektif.
  1. Model Kognitif
Pada model ini, penilaian pembeli didasarkan pada perbedaan antara suatu kumpulan dari kombinasi atribut yang dipandang ideal untuk individu dan persepsinya tentang kombinasi dari atribut sebenarnya. Dengan kata lain, penilaian tersebut didasarkan atas selisih atau perbedaan antara yang ideal dengan actual. Apabila yang ideal sama dengan sebenarnya (persepsinya atau yang dirasakannya ), maka pelanggan akan sangat puas terhadap produk atau jasa tersebut. Sebaliknya, bila perbedaan antara yang ideal dan yang sebenarnya (yang dipersepsikan) itu semakin besar, maka semakin tidak puas pembeli tersebut. Jika perbedaan tersebut semakin kecil, maka besar kemungkinannya pembeli yang bersangkutan akan mencapai kepuasan. Persepsi individu terhadap kombinasi dari atribut yang ideal tergantung pada daur hidupnya, pengalaman atas produk/jasa, dan harapan serta kebutuhannya. Jadi indeks kepuasaan kepuasan pembeli dalam model kognitif mengukur perbedaan antara apa yang ingin diwujudkan oleh pembeli dalam membeli suatu produk/jasa dan apa yang sesungguhnya ditawarkan oleh perusahaan.
  1. Model afektif
Model afektif menyatakan bahwa penilaian pembeli individual terhadap sesuatu produk/jasa tidak semata-mata berdasarkan perhitungan rasional, namun juga berdasarkan kebutuhan subyektif, aspirasi, dan pengalaman. Fokus model afektif lebih dititikberatkan pada tingkat aspirasi, perilaku belajar(Learning Behavior), emosi , perasaan, spesifik(apresiasi, kepuasan, keengganan, dan lain-lain), suasana hati( mood), dan lain-lain. Maksud dari focus ini adalah agar dapat dijelaskan dan diukur tingkat kepuasan dalam suatu kurun waktu( longitudinal).

2.2.3.      Proses Pengambilan Keputusan Pembelian
Proses pengambilan keputusan pembelian sangat bervariasi. Ada yang sederhana adapula yang kompleks. Kotler yang diterjemah oleh Hendra Teguh dan Ronny A. Rusly ( 2002 : 204) mengemukakan proses pembelian tersebut melalui lima tahapan. Tahapan pembelian konsumen tersebut antara lain adalah :  


  1. Pengenalan masalah (Problem recognition)
Proses pembelian dimulai saat pembeli mengenali sebuah masalah atau kebutuhan. Pembeli merasakan perbedaan antara keadaan aktualnya dengan keadaan keadaan yang diinginkannya. Kebutuhan itu dapat dicetuskan oleh rangsangan internal atau ekternal.
  1. Pencarian Informasi ( Information Search)
                        Yang menjadi minat utama pemasar adalah sumber-sumber informasi utama yang menjadi acuan konsumen dan pengaruh relative dari tiap sumber tersebut terhadap keputusan pembelian selanjutnya. Sumber informasi konsumen digolongkan kedalam empat kelompok:
·         Sumber pribadi         : Keluarga , teman, tetangga , kenalan
·         Sumber komersial     : Iklan, wiraniaga, penyalur, kemasan, pajangan
·         Sumber publik          : Media masa, organisasi konsumen
·         Sumber pengalaman : Penanganan, pengkajian, dan pemakai produk

     c.      Evaluasi Alternatif ( Validation of Alternative)                                                     
                        Beberapa konsep dasar akan membantu dalam memahami proses evaluasi konsumen. Pertama, konsumen berusaha memenuhi suatu kebutuhan. Kedua, konsumen mencari manfaat tertentu dari solusi produk. Ketiga, konsumen memandang setiap produk sebagai sekumpulan atribut dengan kemampuan yang berbeda-beda dalam memberikan manfaat yang dicari untuk memuaskan kebutuhan ini.


    d.     Keputusan Pembelian ( Purchase Decision)
             Konsumen yang telah melakukan pilihan terhadap berbagai alternative biasanya membeli produk yang paling disukai, yang membentuk suatu keputusan untuk membeli. Ada 3 (tiga) factor yang menyebabkan timbulnya keputusan untuk membeli yaitu :
a.           Sikap orang lain : tetangga , teman, orang kepercayaan, keluarga dan lain-lain.
b.          Situasi tak terduga : harga, pendapatan keluarga, manfaat yang diharapkan.
c.           Faktor yang dapat diduga : faktor situasional yang dapat diantisipasi oleh konsumen.
    e.     Perilaku Pasca Pembelian ( Post Purchase Behavior )
Kepuasan atau tidak kepuasan konsumen terhadap suatu produk akan berpengaruh terhadap perilaku pembelian selanjutnya. Jika konsumen puas kemungkinan besar akan melakukan pembelian ulang dan begitu juga sebaliknya. Ketidak puasan konsumen akan terjadi jika konsumen mengalami pengharapan yang tidak terpenuhi. Ketidak puasan akan sering terjadi jika terdapat jurang antara pengharapan dan prestasi. Konsumen yang merasa tidak puas akan menghentikan pembelian produk yang bersangkutan dan kemungkinan akan menyebarkan berita buruk tersebut ke teman-teman mereka. Oleh karena itu perusahaan harus berusaha memastikan tercapainya kepuasan konsumen pada semua tingkat dalam proses pembelian.
2.3.            Hubungan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen
Produk yang diterima oleh para konsumen adalah produk yang kualitasnya dapat memuaskan para konsumen, kualitas produk sangat berpengaruh untuk menyakinkan para konsumen melakukan keputusan pembelian. Bila kualitas suatu produk bagus dan dapat memuaskan konsumen, maka dapat ditafsirkan akan menaikan kepuasan pembelian atas produk tersebut.
Dalam konsep produk menegaskan bahwa konsumen akan menyukai produk-produk yang menawarkan ciri-ciri paling berkualitas, berkinerja atau inovatif. Para manajer dalam organisasi memutuskan perhatian untuk menghasilkan produk yang unggul dan meningkatkan kualitasnya sepanjang waktu. Mereka berasumsi bahwa para pembeli mengagumi produk-produk yang dibuat dengan baik serta dapat menghargai mutu dan kinerja (Kotler, 2002:20).
Salah satu tujuan dari pelaksanaan kualitas produk adalah untuk mempengaruhi konsumen dalam menentukan pilihannya untuk menggunakan produk buatannya sehingga memudahkan konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian. Pemahaman perilaku konsumen tentang kualitas dapat dijadikan dasar terhadap proses keputusan pembelian konsumen (Sutisna, 2003:26).
Berdasarkan teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli diatas secara tersirat bahwa didalam melakukan proses keputusan pembelian, seorang konsumen akan memperhatikan kualitas yang dimiliki oleh produk tersebut. Salah satu komponen yang menjadi bagian dari produk adalah kualitas produk. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kualitas produk dapat mempengaruhi proses keputusan pembelian.